Ilmuwan : Kita Semua Mungkin Alien

Para andal mengklaim bahwa plankton itu tidak dibawa ke ISS dikala peluncuran alasannya yaitu mereka m Ilmuwan : Kita Semua Mungkin Alien
Para ahli mengklaim bahwa plankton itu tidak dibawa ke ISS dikala peluncuran karena mereka mikroorganisme laut dan tak ada bahari bersahabat tempat peluncuran Rusia di Kazakhstan. Gambar ini salah satu gambar plankton (gambar ini bukan plankton yang ditemukan di ISS)

AstroNesia Pernyataan kontroversial dilontarkan ilmuwan ternama, sehabis adanya penemuan plankton yang melekat di ISS. Ilmuwan yakin, itu merupakan bukti kalau semua yang ada di bumi berasal dari luar angkasa. Baca : Plankton Laut Ditemukan Hidup Di Luar ISS

Ilmuwan tersebut yaitu Chandra Wickramasinghelah. Ilmuwan dari Buckingham Centre for Astrobiology ini sangat yakin kalau plankton yang ditemukan di ISS itu berasal dari planet lain di luar angkasa, bukan malah sebaliknya.  

“Organisme menyerupai algae, atau diatoms itu, sebelumnya juga pernah ditemukan melekat di meteorit yang pernah jatuh ke bumi. Meteor itu jatuh di Sri Lanka, namun memang belum ada bukti niscaya asal mereka,” ujar Wickramasinghe.

Menurut Wickramasinghe, ini merupakan bukti pertama kali yang menunjukkan adanya organisme hidup yang jatuh dari angkasa ke bumi. Bukan sebaliknya. Sebab, lanjut dia, ISS berada di orbit bumi, di mana tidak ada udara sama sekali.

“Jika dikatakan organisme meluncur dari luar angkasa ke bumi, ini melawan teori fisika. Satu-satunya klarifikasi yaitu mereka tiba dari mana saja di luar angkasa. Ini mendukung teori bahwa plankton itu, dan semua mahluk yang ada di bumi, termasuk manusia, memang berasal dari luar angkasa,” kata Wickramasinghe.  

Wickramasinghe sangat yakin kalau teori ini benar adanya. Semua mahluk berasal dari luar angkasa dan jatuh ke bumi miliaran tahun lalu. Teori ini dikenal dengan nama panspermia.  

Sebelumnya, dua kosmonot ISS menemukan adanya organisme yang melekat di pesawat luar angkasa itu. Organisme ini ditemukan, dikala keduanya sedang membersihkan episode permukaan luar ISS.  

Para peneliti Nasa kemudian mengenalinya sebagai organisme homogen plankton. Organisme kecil tersebut ditemukan bertahan hidup di ruang hampa udara dengan suhu beku. Meski kekurangan oksigen dan terpapar radiasi kosmik, namun mereka tetap sanggup hidup.

Teori Panspermia  

Profesor Wickramasinghe merupakan pendukung dari teori panspermia. Istilah ini merupakan hipotesis yang meyakini, kalau kehidupan yang ada di seluruh alam semesta disebarkan oleh asteroid dan komet. Ada juga beberapa yang melayang melewati kosmos.  

Panspermia menyatakan kalau segala bentuk kehidupan (organisme, atau mahluk apa pun) sanggup bertahan dari imbas ruang angkasa. Mereka terjebak dalam puing-puing yang dilempar ke luar angkasa, sehabis gesekan asteroid dan planet.  

Hosting Unlimited Indonesia

Bentuk kehidupan ini terus aktif untuk tetap bertahan, sebelum benar-benar bertabrakan secara acak dengan planet lain, atau berbaur dengan protoplanet. Jika mereka menemui kondisi permukaan planet yang ideal, kuman itu sanggup menjadi aktif kembali dan proses evolusi pun dimulai.

Jangan lupa follow twitter kami di @Berita_astronomi
Sumber http://astronesia.blogspot.co.id/