Astronom Temukan Galaksi Ekstrim Yang Disebut ‘Sparky’

Ilustrasi kelahiran bintang di inti galaksi elips muda Astronom Temukan Galaksi Ekstrim Yang Disebut 'Sparky'
Ilustrasi kelahiran bintang di inti galaksi elips muda

AstroNesia Astronom menemukan galaksi luar biasa yang selama ini tersembunyi dari pemantauan teleskop. Galaksi yang disebut para astronom ‘Sparky’ itu bersembunyi di balik dinding debu antariksa. 

Temuan ini memperlihatkan petunjuk penting ihwal fase awal pengembangan galaksi, yang hanya tercatat hanya tiga miliar tahun, sesudah insiden Big Bang. Setelah dilakukan pengamata dan analisa, berdasarkan astronom, temuan galaksi itu terbentuk pada 11 miliar tahun yang lalu.

Selama ini teori pembentukan galaksi memperlihatkan pengembangan galaksi berkembang dari dalam ke luar, membentuk taburan bintang dan inti utama galaksi selama masa kosmik awal. Sementara itu, para astronom tidak dapat mengamati bagaimana pembentukan konstruksi inti galaksi hingga sekarang. 

Ilustrasi kelahiran bintang di inti galaksi elips muda Astronom Temukan Galaksi Ekstrim Yang Disebut 'Sparky'
Gambar ini memperlihatkan galaksi ‘Sparky’. Gambar ini diambil oleh teleskop Hubble dengan instrumen Wide Field Camera 3 dan Advanced Camera for Surveys.

“Ini yakni proses pembentukan yang tak dapat terjadi lagi. Alam semesta awal dapat menciptakan galaksi ini, tetapi alam semesta modern tidak bisa,” terperinci Erica Nelson, mahaisiswa doktoral Universitas Yale, yang juga penulis utama studi ini. 

Tapi kemudian, astronom menemukan galaksi super melalui teleskop Hubble dan ditindaklanjuti dengan pengamatan akomodasi Near INfrared Spectograph (NIRSpec) pada teleskop tebesar dunia di WM Keck Observatory, Hawaii, AS.

Pengamatan menghasilkan hal menajkubkan. Galaksi itu tercatat mempunyai awan gas yang mengorbit paling cepat yang pernah diukur. Belum lagi, dalam setahun galaksi ini diukur telah menghasilkan 300 bintang. Sebagai perbandingan. Galaksi Bima Sakti kita setahun hanya melahirkan 10 bintang saja. 

“Sama menyerupai Bumi awal yang kaya oksigen panas dapat menghasilkan dinosaurus, maka panas dan kepadatan pada alam semesta awal dapat menghasilkan galaksi ini,” terperinci Pieter van Dakkum, Ketua Departemen Universitas Yale. 

Dokkum bahkan tak ragu untuk menyebut temuan galaksi  itu sebagai galaksi yang sangat ekstrem. 

“Seperti T-rex yang merupakan binatang ekstrem, maka galaksi ini yakni galaksi ekstrem. Galaksi itu dikemas dekat dengan bintang-bintang dan meletus dengan pembentukan bintang,” tambah Dokkum.

Penjelasan kenapa galaksi itu dapat tersembunyi. Astronom mengungkapkan, gerakan gas galaksi yang sangat cepat pada pembentukan inti galaksi turut berkontribusi.

Gas itu tiba dengan debu tebal. Debu menyelimuti galaksi, risikonya menyembunyikan penampakannya dari paparan cahaya matahari. 

Dokkum berpikir, penyingkapan galaksi yang tersembunyi itu mengendapkan pertanyaan, apakah mode bangunan galaksi itu benar-benar terjadi atau tidak. 

“Jadi, pertanyaannya sekarang, yaitu seberapa sering hal ini terjadi? Kami menduga, ada galaksi lain yang samar menyerupai ini dalam panjang gelombang inframerah,” jelasnya. 

Hosting Unlimited Indonesia

Para astronom menduga bahwa ada galaksi lain yang serupa dengan galaksi ini. Di masa depan, teleskop inframerah seperti NASA James Webb Space Telescope, yang memulai tugasnya pada 2018, akan membantu untuk mencari galaksi menyerupai ini.

Jangan lupa follow twitter kami di @Berita_astronomi

Sumber http://astronesia.blogspot.co.id/